Keelektronegatifan adalah
sebuah sifat kimia yang menjelaskan kemampuan sebuah atom untuk menarik elektron menuju
dirinya sendiri pada ikatan kovalen. Elektronegativitas merupakan salah
satu sifat periodisitas unsur, selain afinitas elektron, jari-jari atom, dan energi ionisasi . Unsur-unsur dalam periode yang sama dari kiri ke
kanan, muatan inti atom makin bertambah sehingga gaya tarik inti ke elektron
terluar bertambah. Akibatnya, jari-jari atom makin kecil, energi ionisasi makin
besar, afinitas elektron makin besar (makin negatif), dan kecenderungan untuk
menarik elektron makin besar.
Ikatan hidrogen adalah
sejenis gaya tarik antarmolekul atau
antar dipol-dipol yang terjadi antara dua muatan listrik parsial dengan
polaritas yang berlawanan. Ikatan hidrogen terjadi ketika sebuah molekul
memiliki atom N, O, atau F yang mempunyai pasangan elektron bebas (lone pair
electron). Hidrogen dari molekul lain akan berinteraksi dengan pasangan
elektron bebas ini membentuk suatu ikatan hidrogen dengan besar ikatan bervariasi.
Kekuatan ikatan hidrogen ini dipengaruhi oleh perbedaan elektronegativitas
antara atom-atom dalam molekul tersebut. Semakin besar perbedaannya, semakin
besar ikatan hidrogen yang terbentuk.
Gaya van der Waals adalah interaksi lemah antara molekul yang
melibatkan dipol. Molekul polar memiliki interaksi dipol-dipol permanen. Gaya van der Waals adalah gaya
antarmolekul yang paling lemah dan terdiri dari gaya dipol-dipol dan gaya disperse.
Gaya dipol-dipol adalah gaya tarik menarik yang terjadi antara molekul polar.
Sebuah molekul hidrogen klorida memiliki atom hidrogen sebagian positif dan
atom klor sebagian negatif.
Polarisabilitas adalah
kemudahan suatu molekul untuk membentuk di pol sesaat atau untuk mengimbas
suatu molekul. Gaya tarik di pol dipole terjadi karna molekul yang sebaran
muatannya tidak simetris bersifat polar dan mempunyai dua ujung yang berbeda
muatan. Kepolaran Senyawa merupakan atom-atom dengan nilai
elektronegativitas yang berbeda berikatan secara kovalen (pemakaian bersama
pasangan elektron) untuk membentuk molekul-molekul polar. Derajat kepolaran
dalam suatu molekul berpengaruh pada seberapa kuat molekul tersebut tertarik ke
molekul lain dalam suatu zat. Molekul polar merupakan molekul yang mampu
menghasilkan muatan positif dan negatif di tempat yang berbeda. Hal ini
akan menyebabkaan molekul tersebut mempunyai kutub negatif dan kutub positif
yang disebut dipol. Molekul nonpolar merupakan suatu molekul yang
menghasilkan muatan positif dan negatif di tempat yang sama, sehingga molekul
tersebut tidak mempunyai dipol. Dalam hal ini dipol merupakan dua kutub yang
sama dan berlawanan yang termagnetisasi atau bermuatan listrik yang dipisahkan
oleh jarak. Dipol-dipol individu terdapat dalam ikatan–ikatan suatu molekul.
Akan tetapi karena geometri molekul tersebut, maka dipol-dipol itu secara
efektif saling meniadakan satu sama lain.
Gugus
fungsional adalah kelompok
gugus khusus pada atom dalam molekul, yang berperan dalam memberi karakteristik reaksi kimia pada
molekul tersebut. Gugus fungsi mengacu pada atom tertentu yang terikat
dalam susunan tertentu yang memberikan sifat fisik dan kimia tertentu senyawa. Gugus fungsi mengacu pada atom tertentu yang terikat dalam
susunan tertentu yang memberikan sifat fisik dan kimia tertentu senyawa. Gugus
fungsi adalah Sekelompok atom yang bertanggung jawab untuk reaksi karakteristik
senyawa. Sebagai contoh, gugus hidroksil adalah kelompok fungsional alkohol. Dalam asam amino, dua
gugus fungsional – gugus amino dan gugus karboksil – yang
melekat pada atom karbonyang sama.
Sifat
induksi terjadi karena adanya perbedaan keelektronegatifan . Gejala
elektrostatik diteruskan melalui rantai karbon. Efek induksi terdiri
atas dua yaitu +I(pendorong
electron) dan –I
(penarik electron). Menurut konvensi gugus penarik electron yang
lebih besar dari hydrogen H merupakan efek induksi –I sedangkan gugus penarik
electron yang lebih lemah dari hydrogen H merupakan efek induksi +I. Berikut ini urutan
reaktifitas induksi –I (penarik electron) adalah sebagai berikut:
-Cl > -Br > -I > -OCH3 > -OH > -C6H5 >
-CH+CH2 > -H
Resonansi adalah delokalisasi elektron pada molekul
atau ion poliatomik tertentu dimana ikatannya tidak dapat dituliskan dalam satu
struktur Lewis. Struktur molekul atau ion yang mempunyai delokaliasi elektron
disebut dengan struktur resonan.
Aturan Struktur Resonansi
- Struktur resonansi, menggambarkan molekul, ion,
radikal dan ion yang tidak cukup digambarkan hanya dengan sebuah struktur lewis, melainkan harus dengan dua atau
lebih struktur Lewis. Sehingga dapat mewakili struktur molekul, radikal atau
ion dalam bentuk hibridisasinya. Tanda panah untuk resonansi ↔
- Dalam menulis struktur resonansi, kita hanya boleh
memindahkan elektron, sedangkan posisi inti atom tetap seperti dalam
molekulnya.
Hiperkonjugasi merupakan delokalisasi yang melibatkan elektron
σ. Hiperkonjugasi di atas dapat dipandang sebagai overlap antara orbital σ
ikatan C-H dengan orbital π ikatan C=C, analog dengan overlap π-π.
Hiperkonjugasi disebut juga resonansi tanpa ikatan. Secara singkat efek
hiperkonjugasi merupakan perubahan dari suatu ikatan C-H menjadi ikatan C=C
atau C≡C oleh Hα. Hiperkonjugasi dapat meningkatakan kestabilan molekul dengan
semakin banyaknya Hα maka suatu molekul tersebut akan semakin stabil.
Tautomer adalah isomer-isomer yang
berbeda satu dengan yang lainnya hanya pada posisi ikatan rangkap dan sebuah
atom hidrogen berhubungan. Tautomer keto suatu senyawa karbonil mempunyai
struktur karbonil seperti diharapkan. Tautomer enol (dari –ena+-ol) yang merupakan
suatu alcohol vinilik, terbentuk dengan serah-terima sebuah hidrogen asam dari
karbon α ke oksigen karbonil. Karena atom hidrogen berada dalam posisi yang
berlainan, kedua bentuk tautometrik ini bukanlah struktur-resonansi, melainkan
dua struktur berlainan yang berada dalam kesetimbangan.
sumber :
Petrucci, Ralph H., et al. General
Chemistry: Principles and Modern Applications.Upper Saddle River, NJ: Prentice
Hall, 2007
https://id.wikipedia.org/wiki/Gaya_antarmolekul
Materi anda sudah bagus dan sangat membantu, namun bisakah anda menjelaskan kembali secara singkat dan jelas mengenai aturan struktur resonansi?
BalasHapusTerima kasih
Materi anda sudah bagus dan sangat membantu, namun bisakah anda menjelaskan kembali secara singkat dan jelas mengenai aturan struktur resonansi?
BalasHapusTerima kasih
Aturan struktur resonansi ada 2 yang pertama Struktur resonansi, menggambarkan molekul, ion, radikal dan ion yang tidak cukup digambarkan hanya dengan sebuah struktur lewis, melainkan harus dengan dua atau lebih struktur Lewis. Sehingga dapat mewakili struktur molekul, radikal atau ion dalam bentuk hibridisasinya. Tanda panah untuk resonansi ↔
BalasHapusDan yg kedua dalam menulis struktur resonansi, kita hanya boleh memindahkan elektron, sedangkan posisi inti atom tetap seperti dalam molekulnya.
Terimakasih atas materinya, sangat bermanfaat:)
BalasHapusTerima kasih materinya, pemaparan yang lengkap dan membantu saya memahami materi kof secara umum
BalasHapusTerimakasih atas materinya :)
BalasHapusterima kasih atas kunjungannya
BalasHapus