Minggu, 06 November 2016

Keelektronegatifan adalah sebuah sifat kimia yang menjelaskan kemampuan sebuah atom  untuk menarik elektron menuju dirinya sendiri pada ikatan kovalen. Elektronegativitas merupakan salah satu sifat periodisitas unsur, selain afinitas elektron, jari-jari atom, dan energi ionisasi . Unsur-unsur dalam periode yang sama dari kiri ke kanan, muatan inti atom makin bertambah sehingga gaya tarik inti ke elektron terluar bertambah. Akibatnya, jari-jari atom makin kecil, energi ionisasi makin besar, afinitas elektron makin besar (makin negatif), dan kecenderungan untuk menarik elektron makin besar.
Ikatan hidrogen adalah sejenis gaya tarik antarmolekul  atau antar dipol-dipol yang terjadi antara dua muatan listrik parsial dengan polaritas yang berlawanan. Ikatan hidrogen terjadi ketika sebuah molekul memiliki atom N, O, atau F yang mempunyai pasangan elektron bebas (lone pair electron). Hidrogen dari molekul lain akan berinteraksi dengan pasangan elektron bebas ini membentuk suatu ikatan hidrogen dengan besar ikatan bervariasi. Kekuatan ikatan hidrogen ini dipengaruhi oleh perbedaan elektronegativitas antara atom-atom dalam molekul tersebut. Semakin besar perbedaannya, semakin besar ikatan hidrogen yang terbentuk.
Gaya van der Waals adalah interaksi lemah antara molekul yang melibatkan dipol. Molekul polar memiliki interaksi dipol-dipol permanen.  Gaya van der Waals adalah gaya antarmolekul yang paling lemah dan terdiri dari gaya dipol-dipol dan gaya disperse. Gaya dipol-dipol adalah gaya tarik menarik yang terjadi antara molekul polar. Sebuah molekul hidrogen klorida memiliki atom hidrogen sebagian positif dan atom klor sebagian negatif.
Polarisabilitas adalah kemudahan suatu molekul untuk membentuk di pol sesaat atau untuk mengimbas suatu molekul. Gaya tarik di pol dipole terjadi karna molekul yang sebaran muatannya tidak simetris bersifat polar dan mempunyai dua ujung yang berbeda muatan. Kepolaran Senyawa merupakan atom-atom dengan nilai elektronegativitas yang berbeda berikatan secara kovalen (pemakaian bersama pasangan elektron) untuk membentuk molekul-molekul polar. Derajat kepolaran dalam suatu molekul berpengaruh pada seberapa kuat molekul tersebut tertarik ke molekul lain dalam suatu zat. Molekul polar merupakan molekul yang mampu menghasilkan muatan positif dan negatif di tempat yang berbeda. Hal ini akan menyebabkaan molekul tersebut mempunyai kutub negatif dan kutub positif yang disebut dipol. Molekul nonpolar merupakan suatu molekul yang menghasilkan muatan positif dan negatif di tempat yang sama, sehingga molekul tersebut tidak mempunyai dipol. Dalam hal ini dipol merupakan dua kutub yang sama dan berlawanan yang termagnetisasi atau bermuatan listrik yang dipisahkan oleh jarak. Dipol-dipol individu terdapat dalam ikatan–ikatan suatu molekul. Akan tetapi karena geometri molekul tersebut, maka dipol-dipol itu secara efektif saling meniadakan satu sama lain.
Gugus fungsional adalah kelompok gugus khusus pada atom dalam molekul, yang berperan dalam memberi karakteristik reaksi kimia  pada molekul tersebut. Gugus fungsi mengacu pada atom tertentu yang terikat dalam susunan tertentu yang memberikan sifat fisik dan kimia tertentu senyawa. Gugus fungsi mengacu pada atom tertentu yang terikat dalam susunan tertentu yang memberikan sifat fisik dan kimia tertentu senyawa. Gugus fungsi adalah Sekelompok atom yang bertanggung jawab untuk reaksi karakteristik senyawa. Sebagai contoh, gugus hidroksil adalah kelompok fungsional alkohol. Dalam asam amino, dua gugus fungsional – gugus amino dan gugus karboksil – yang melekat pada atom karbonyang sama.
Sifat induksi terjadi karena adanya perbedaan keelektronegatifan . Gejala elektrostatik diteruskan melalui rantai karbon.  Efek induksi terdiri atas dua yaitu +I(pendorong electron)  dan –I  (penarik electron). Menurut konvensi gugus penarik electron yang lebih besar dari hydrogen H merupakan efek induksi –I sedangkan gugus penarik electron yang lebih lemah dari hydrogen H merupakan efek induksi +I. Berikut ini urutan reaktifitas  induksi –I (penarik electron) adalah sebagai berikut:
            -Cl > -Br > -I > -OCH3 > -OH > -C6H5 > -CH+CH2 > -H
Resonansi adalah delokalisasi elektron pada molekul atau ion poliatomik tertentu dimana ikatannya tidak dapat dituliskan dalam satu struktur Lewis. Struktur molekul atau ion yang mempunyai delokaliasi elektron disebut dengan struktur resonan.
Aturan Struktur Resonansi
-  Struktur resonansi, menggambarkan molekul, ion, radikal dan ion yang tidak cukup digambarkan hanya dengan sebuah struktur lewis, melainkan harus dengan dua atau lebih struktur Lewis. Sehingga dapat mewakili struktur molekul, radikal atau ion dalam bentuk hibridisasinya. Tanda panah untuk resonansi ↔
-  Dalam menulis struktur resonansi, kita hanya boleh memindahkan elektron, sedangkan posisi inti atom tetap seperti dalam molekulnya.
Hiperkonjugasi merupakan delokalisasi yang melibatkan elektron σ. Hiperkonjugasi di atas dapat dipandang sebagai overlap antara orbital σ ikatan C-H dengan orbital π ikatan C=C, analog dengan overlap π-π. Hiperkonjugasi disebut juga resonansi tanpa ikatan. Secara singkat efek hiperkonjugasi merupakan perubahan dari suatu ikatan C-H menjadi ikatan C=C atau C≡C oleh Hα. Hiperkonjugasi dapat meningkatakan kestabilan molekul dengan semakin banyaknya Hα maka suatu molekul tersebut akan semakin stabil.
Tautomer adalah isomer-isomer yang berbeda satu dengan yang lainnya hanya pada posisi ikatan rangkap dan sebuah atom hidrogen berhubungan. Tautomer keto suatu senyawa karbonil mempunyai struktur karbonil seperti diharapkan. Tautomer enol (dari –ena+-ol) yang merupakan suatu alcohol vinilik, terbentuk dengan serah-terima sebuah hidrogen asam dari karbon α ke oksigen karbonil. Karena atom hidrogen berada dalam posisi yang berlainan, kedua bentuk tautometrik ini bukanlah struktur-resonansi, melainkan dua struktur berlainan yang berada dalam kesetimbangan.

sumber :

       Petrucci, Ralph H., et al. General Chemistry: Principles and Modern Applications.Upper Saddle   River, NJ: Prentice Hall, 2007
        https://id.wikipedia.org/wiki/Gaya_antarmolekul

7 komentar:

  1. Materi anda sudah bagus dan sangat membantu, namun bisakah anda menjelaskan kembali secara singkat dan jelas mengenai aturan struktur resonansi?
    Terima kasih

    BalasHapus
  2. Materi anda sudah bagus dan sangat membantu, namun bisakah anda menjelaskan kembali secara singkat dan jelas mengenai aturan struktur resonansi?
    Terima kasih

    BalasHapus
  3. Aturan struktur resonansi ada 2 yang pertama Struktur resonansi, menggambarkan molekul, ion, radikal dan ion yang tidak cukup digambarkan hanya dengan sebuah struktur lewis, melainkan harus dengan dua atau lebih struktur Lewis. Sehingga dapat mewakili struktur molekul, radikal atau ion dalam bentuk hibridisasinya. Tanda panah untuk resonansi ↔

    Dan yg kedua dalam menulis struktur resonansi, kita hanya boleh memindahkan elektron, sedangkan posisi inti atom tetap seperti dalam molekulnya.

    BalasHapus
  4. Terimakasih atas materinya, sangat bermanfaat:)

    BalasHapus
  5. Terima kasih materinya, pemaparan yang lengkap dan membantu saya memahami materi kof secara umum

    BalasHapus
  6. terima kasih atas kunjungannya

    BalasHapus