Suatu senyawa karbonil
dengan suatu hidrogen alfa yang bersifat asam, dapat berada dalam dua bentuk
yang disebut tautomer yaitu suatu tautomer keto dan sebuah tautomer enol. Tautomer adalah isomer-isomer yang
berbeda satu dengan yang lainnya hanya pada posisi ikatan rangkap dan sebuah
atom hidrogen berhubungan.
1. Tautomer
keto-enol
Tautomer keto suatu senyawa karbonil
mempunyai struktur karbonil seperti diharapkan. Tautomer enol (dari –ena+-ol) yang merupakan suatu
alkohol vinilik, terbentuk dengan serah-terima sebuah hidrogen asam dari karbon
α ke oksigen karbonil. Karena atom hidrogen berada dalam posisi yang berlainan,
kedua bentuk tautometrik ini bukanlah struktur-resonansi, melainkan dua
struktur berlainan yang berada dalam kesetimbangan. (harus diingat bahwa
struktur-struktur resonansi berbeda hanya dalam posisi elektron).
Tautomeri
dapat mempengaruhi kereaktifan suatu senyawa. Suatu pengecualian terhadap sifat
keton yang tidak mudah teroksidasi, ialah oksidasi keton yang memiliki
sekurang-kurangnya suatu hidrogen alfa. Suatu keton yang dapat menjalani
tautomeri dapat dioksidasi oleh zat-pengoksidasi kuat pada ikatan rangkap
karbon-karbon (dari) tautomer enolnya. Keberadaan enol sangat dipengaruhi oleh pelarut,
konsentrasi, dan suhu. Ester asetoasetat mempunyai kandungan enol 0,4% dalam
air dan 19,8% dalam toluena. Dalam hal ini, air mengurangi konsentrasi enol
melalui pembentukan ikatan hidrogen dengan karbonil sehingga gugus tersebut
kurang bersedia membentuk ikatan hidrogen internal.
Jika
ada basa kuat, kedua bentuk enol dan keto dapat kehilangan proton. Anion yang
dihasilkan keduanya adalah sama. Oleh karena 19 dan 20 hanya berbeda dalam hal
penempatan elektron maka keduanya bukanlah tautomer, tapi bentuk kanonik.
Struktur ion enolat yang sebenarnya adalah hibrida dari 19 dan 20, meskipun 20 lebih banyak
berkontribusi karena di dalam bentuk ini muatan negatif ada pada atom yang
lebih elektronegatif.
1.
Tautomeri pergeseran proton yang lain
Di dalam semua hal, anion hasil dari pelepasan
sebuah proton dari masing-masing tautomer adalah sama karena resonansi.
Beberapa contoh adalah:
1.
Tautomeri fenol-keto
Bentuk
keto menjadi penting dan mungkin dominan apabila: (1) adanya gugus tertentu,
seperti gugus OH kedua atau gugus N=O, (2) dalam sistem aromatik yang
dipadukan, dan (3) di dalam sistem heterosiklik. Bagi kebanyakan senyawa
heterosiklik dalam fase cair atau dalam larutan, bentuk keto adalah bentuk yang
lebih stabil; meskipun di dalam fase uap, posisi kesetimbangan menjadi
berbalik.
2. Tautomeri
nitroso-oksim
Letak kesetimbangan ini jauh ke
kanan; dan sebagai aturan, senyawa nitroso stabil
hanya jika ada
ikatan hidrogen-α.
3. Senyawa
nitro alifatik berada dalam kesetimbangan dengan bentuk aci
Bentuk
nitro jauh lebih stabil daripada bentuk aci, hal ini sangat bertentangan dengan
tautomeri nitroso-oksim karena tidak disangsikan lagi bentuk nitro mempunyai
resonansi yang tidak ditemukan dalam tautomeri nitroso.
4. Tautomeri
imina-enamina
Enamina secara normal stabil hanya
jika tidak ada hidrogen pada nitrogen (R2C=CR-NR2). Kalau tidak demikian maka
bentuk imina yang dominan.
Sumber
:
Firdaus,
M.S. 2009. KIMIA ORGANIK FISIS I.
Universitas Hasanuddin : Makasar.






Terimakasih atas materinya gan
BalasHapusterima kasih infonya sis
BalasHapusterima kasih infonya sis
BalasHapusterima kasih atas materi yang telah saudari paparkan, menarik dan bermanfaat sekali untuk dijadikan sebagai referensi:)
BalasHapusterima kasih atas kunjungannya
BalasHapusTerima kasih materinya cukup lengkap dan menarik :)
BalasHapusterima kasih atas kunjungannya
BalasHapus