Gaya van der Waals adalah gaya
antarmolekul yang paling lemah dan terdiri dari gaya dipol-dipol dan gaya
dispersi. Gaya Van Der Waals terjadi akibat interaksi antara molekul-molekul
non polar (Gaya London), antara molekul-molekul polar (Gaya dipole-dipol) atau
antara molekul non polar dengan molekul polar (Gaya dipole-dipol terinduksi).
Ikatan Van Der Waals terdapat antar molekul zat cair atau padat dan sangat
lemah.
Gaya
dispersi (salah satu tipe dari gaya van der Waals adalah yang kita setujui
padahalaman ini) yang juga dikenal dengan “gaya London” (dinamakan demikian
setelah Fritz London mengusulkan untuk pertama kalinya). Asal mula gaya
dispersi van der Waals Dipol-dipol yang berubah-ubah sementara. Dayatarik yang
ada di alam bersifat elektrik. Pada molekul yang simetris seperti hidrogen,
bagaimanapun, tidak terlihat mengalami distorsi secara elektrik
untukmenghasilkan bagian positif atau bagian negatif.
Dipol-dipol
sementara yang bagaimana yang membemberikan kenaikan daya tarik antarmolekul. Bayangkan
sebuah molekul yang memiliki polaritas
sementara yang didekati oleh salah satu yang terjadi menjadi termasuk non-polar
hanya saat itu saja. (kejadian yang tidak disukai, tetapi hal ini menjadikan
diagram lebih mudah digambarkan!Pada kenyataannya, satu molekul lwbih menyukai
memiliki polaritas yang lebih besar dibandingkan yang lain pada saat seperti
itu dan karena itu akan menjadi yang paling dominan). Seperti molekul yang
ditemukan pada bagian kanan, elektronnya akan cenderung untuk ditarik oleh
ujung yang agak positif pada bagian sebelah kiri. Hal ini menghasilkan dipol
terinduksi pada penerimaan molekul, yang berorientasi pada satu cara yang mana
ujung + ditarik ke arah ujung – yang lain. Pada kondisi yang terakhir elektron
pada bagian kiri molekul dapat bergerak keujung yg lain. Pada saat terjadi hal
ini, meraka akan menolak elektron pada bagiankanan yang satunya. Polaritas
kedua molekul adalah berkebalikan, tetapi kamu masih memiliki yang + tertarik
-. Selama molekul saling menutup satu sama lain polaritas akan terus berfluktuasi
pada kondisi yang selaras karena itu daya tarik akan selalu terpelihara
Gaya
Van Der Waals dapat dibagi berdasarkan jenis kepolaran molekulnya,
yaitu :
1.
Interaksi
ion – dipol
Gaya
antarmolekul ini terjadi antara ion dan senyawa kovalen polar. Ketika
dilarutkan dalam senyawa kovalen polar, senyawa ion akan terionisasi menjadi
ion positif dan ion negatif. Ion positif akan tarik menarik dengan dipol negatif,dan
sebaliknya.Selain gaya ion-dipol, juga dikenal gaya ion-dipol sesaat, dimana
terjadi dari interaksi antar gaya dipol-dipol terinduksi dengan
gaya ion-dipol. Jika ion dari senyawa ion berdekatan dengan molekul nonpolar,
ion tersebut dapat menginduksi dipol molekul nonpolar. Dipol terinduksi molekul
nonpolar yang dihasilkan akan berikatan dengan ion.Interaksi
ion - dipol merupakan interaksi (berikatan) / tarik menarik antara ion dengan molekul
polar (dipol).
2.
Interaksi dipol - dipol
Interaksi
dipol - dipol merupakan interaksi antara sesama molekul polar (dipol). Interaksi
ini terjadi antara ekor dan kepala dimana jika berlawanan
kutub maka akan tarik-menarik dan sebaliknya.
Molekul
seperti HCl memiliki dipol permanen karena klor lebih elektronegatif
dibandingkan hidrogen. Kondisi permanen ini, pada saat pembentukan dipol akan
menyebabkan molekul saling tarik menarik satu sama lain. Molekul yang memiliki
dipol permanen akan memiliki titik didih yang lebih tinggi dibandingkan dengan
molekul yang hanya memiliki dipol yang berubah-ubah secara sementara.
3. Interaksi
ion - dipol terinduksi
Interaksi
ion - dipol terinduksi merupakan interaksi antara aksi ion dengan dipol
terinduksi. Dipol terinduksi merupakan molekul netral yang
menjadi dipol akibat
induksi partikel bermuatan yang berada didekatnya. Partikel penginduksi tersebut
dapat berupa
ion atau
dipol lain dimana kemampuan menginduksi ion lebih besar daripada kemampuan menginduksi
dipol karena muatan
ion yang juga jauh lebih besar. Interaksi ini relatif lemah karena kepolaran molekul
terinduksi relatif kecil daripada dipol permanen.
4.
Interaksi dipol - dipol terinduksi
Suatu molekul polar yang berdekatan
dengan molekul nonpolar, akan dapat menginduksi molekul nonpolar. Akibatnya.
Molekul nonpolar memiliki dipol terinduksi.Dipol dari molekul polar akan saling
tarik-menarik dengan dipol terinduksi dari molekul nonpolar.
5.
Interaksi dipol terinduksi - dipol terinduksi
Mekamisme
terjadinya interaksi dipol terinduksi - dipol terinduksi :
Pasangan
elektron suatu molekul, baik yang bebas maupun yang terikat selalu bergerak
mengelilingi inti elektron yang bergerak dapat mengimbas atau
menginduksi sesaat pada tetangga sehingga molekul tetangga menjadi polar
terinduksi sesaat molekul ini pula dapat menginduksi molekul
tetangga lainnya sehingga terbentuk molekul-molekul dipol sesaat.
Faktor-Faktor yang mempengaruhi
Ikatan Van Der Waals
Gaya
London ini dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu:
1 . Jumlah
elektron dalam atom atau molekul
Makin besar ukuran atom atau
molekul, makin besar jumlah elektron sehingga makin jauh pula elektron terluar
dari inti dan makin mudah awan elektron terpolarisasi, serta makin besar gaya
dispersi.
2. Bentuk
molekul
Molekul yang memanjang/tidak bulat,
lebih mudah menjadi dipole dibandingkan dengan molekul yang bulat sehingga gaya
disperse londonnya akan semakin besar.
3. Kepolaran
molekul
Karena Ikatan Van Der Waals muncul
akibat adanya kepolaran, maka semakin kecil kepolaran molekulnya maka gaya Van
Der Waalsnya juga akan makin kecil.
4. Titik
didih gas mulia adalah
|
helium
|
-269°C
|
|
|
neon
|
-246°C
|
|
|
argon
|
-186°C
|
|
|
kripton
|
-152°C
|
|
|
xenon
|
-108°C
|
|
|
radon
|
-62°C
|
Semua unsur tersebut berada pada
molekul monoatomik, alasan yang mendasari bahwa titik didih meningkat sejalan
dengan menurunnya posisi unsur pada golongan adalah kenaikan jumlah elektron,
dan juga tentunya jari-jari atom. Lebih banyak elektron yang dimiliki, dan
lebih menjauh sejauh mungkin, yang paling besar memungkinkan dipol sementara
terbesar dan karena itu gaya dispersi paling besar.
Sumber :
http://ilmualam.net/pengertian-gaya-van-der-waals.html
http://www.slideshare.net/NidaRahmah/ikatan-antarmolekul
trimakasih materinya sangat bermanfaat, serta memudahkan untuk memahaminya..
BalasHapusTerima kasih atas materinya sangat lengkap,namun kalau saya boleh saran untuk kedepannya mohon ditambahkan beberapa gambar agar lebih menarik lagi,namun dengan penjelasannya yang telah anda jelaskan ini telah menarik kok,hanya untuk saran saja,terima kasih,saya tunggu postingan anda selanjutnya
BalasHapusTerima kasih atas materinya, sangat membantu
BalasHapusTerimakasih materinya gan, di tunggu post selanjutnya
BalasHapusterimakasih atas materinya..
BalasHapusTerima kasih infonya .
BalasHapusTerima kasih atas materinya sangat bermanfaat, mohon berikan contoh lain selain HCl pada gaya dipol-dipol
BalasHapusTerimakasih, pemaparan atas materinya jelas dan materinya sangat bermanfaat untuk pembelajaran :)
BalasHapusTerimakasih atas materinya , sangat bermanfaat :)
BalasHapusterimakasih atas materinya, menarik sekali dan sangat membantu sebagai referensi..
BalasHapusterimakasih atas materinya
BalasHapusTerimakasih materinya sangat bermanfaat
BalasHapusterima kasih atas kunjungannya
BalasHapus