Spesies nonpolar
netral memiliki pengaturan bola simetris elektron di awan elektron mereka.
Ketika di hadapan medan listrik, awan elektron mereka dapat terdistorsi (Gambar
1). Kemudahan distorsi ini didefinisikan sebagai polarisabilitas atom atau
molekul, distorsi
dibuat dari awan elektron menyebabkan molekul awalnya nonpolar atau atom untuk
memperoleh momen dipol.
Mudah tidaknya suatu molekul membentuk dipol sesaat disebut
polarisabilitas. Dipol – dipol ini dikatakan sesaat karena pergerakan
elektronnya milyaran kali dalam satu detik. Dipol sesaat pada suatu atom dapat
mengimbas (menginduksi) atom yang berada di sekitarnya sehingga terjadi dipol
terimbas. Hal tersebut yang menyebabkan terjadinya gaya tarik-menarik antara
dipol sesaat dengan dipol terimbas.
Hal ini
berkaitan dengan masa molekul relatif (Mr) dan bentuk molekul. Massa molekul
relatif berkaitan dengan jumlah elektron dalam molekul maka makin mudah
mengalami polarisasi sehingga makin kuat gaya Londonnya. Jumlah elektron yang
besar berkaitan dengan massa molekul relatif (Mr) molekul tersebut, sehingga
semakin besar Mr suatu molekul, maka semakin besar polarisabilitasnya dan
semakin besar pula Gaya Londonnya. Molekul dengan struktur panjang mempunyai
kemungkinan lebih besar untuk mengalami dipol sesaat atau polarisabilitas. Hal
ini dikarenakan molekul dengan struktur panjang mempunyai bidang yang lebih luas
bila dibandingkan dengan molekul yang memiliki struktur lebih rapat dan kecil.
Faktor-faktor yang mempengaruhi
polarisabilitas
Hubungan antara polarisabilitas dan faktor kerapatan elektron, jari-jari
atom, dan orientasi molekul adalah sebagai berikut :
1. Semakin besar jumlah elektron, kurang
mengontrol muatan inti memiliki distribusi muatan, dan dengan demikian
polarisabilitas meningkatkan dari atom.
2. Semakin besar jarak elektron dari muatan
inti, kurang mengontrol muatan inti memiliki pada distribusi muatan, dan dengan
demikian polarisabilitas meningkat dari atom.
3. Orientasi molekul sehubungan dengan medan
listrik dapat mempengaruhi polarizibility (berlabel Orientasi-dependent),
kecuali untuk molekul yang: tetrahedral, oktahedral atau ikosahedral (berlabel
Orientasi-independent). Faktor
ini lebih penting bagi molekul tak jenuh yang mengandung bidang elektron daerah
padat, seperti 2,4-heksadiena. Polarisabilitas terbesar dalam molekul ini
tercapai ketika medan listrik diterapkan sejajar dengan molekul dari pada tegak lurus terhadap molekul.
Sumber :
Chang, Raymond. "Chapter 13: Intermolecular
Forces/ Ion-Induced Dipole and Dipole-Induced Dipole Interactions/ Dispersion,
or London, Interactions." Physical Chemistry for the Biosciences.
Sansalito, CA: University Science, 2005. 495-98. Print.
Housecroft, Catherine E., and Alan
G. Sharpe. "Chapter 6: Structures and Energetics of Metallic and Ionic
Solids." Inorganic Chemistry. Harlow [etc.: Prentice Hall,
2008. 173-74. Print.
Miessler, Gary L., and Donald A.
Tarr. "Chapter 6: Acid-Base and Donor-Acceptor
Petrucci, Ralph H., et al. General
Chemistry: Principles and Modern Applications.Upper Saddle River, NJ: Prentice
Hall, 2007
